3D Printing adalah proses pembuatan aditif yang menciptakan objek fisik dari desain digital. Ada beragam teknologi dan bahan 3D Printing yang bisa Anda cetak bahkan sekarang sudah dikembangkan material silikon untuk 3d printing, namun semuanya didasarkan pada prinsip yang sama: model digital diubah menjadi objek fisik tiga dimensi yang solid dengan menambahkan lapisan material per lapisan.

Dalam panduan ini, Anda akan menemukan semua hal yang perlu diketahui tentang 3D Printing, dimulai dengan dasar-dasar sebelum menyelam lebih dalam untuk memberi Anda pengetahuan ahli yang penting saat Anda memutuskan untuk memulai.

Bagaimana Cara Kerja 3D Printing?

Setiap printer 3D dimulai sebagai file desain 3D digital – seperti cetak biru – untuk objek fisik. Mencoba mencetak tanpa file desain seperti mencoba mencetak dokumen di selembar kertas tanpa file teks. File desain ini diiris menjadi lapisan tipis yang kemudian dikirim ke printer 3D. Anda bisa menggunkan jasa 3d printing seperti meshmaker yang bisa diakses di https://meshmaker.id

Dari sini pada proses pencetakan bervariasi menurut teknologi, mulai dari printer desktop yang melelehkan bahan plastik dan meletakkannya ke platform cetak ke mesin industri besar yang menggunakan laser untuk meleleh bubuk logam secara selektif pada suhu tinggi. Pencetakan bisa memakan waktu berjam-jam untuk menyelesaikannya tergantung pada ukurannya, dan benda tercetak sering diproses setelah mencapai finish yang diinginkan.

Bahan yang tersedia juga bervariasi menurut jenis printer, mulai dari plastik sampai karet, batu pasir, logam dan paduan – dengan semakin banyak bahan yang muncul di pasaran setiap tahunnya.

Sejarah Singkat 3D Printing

Chuck Hull menemukan proses 3D Printing pertama yang disebut ‘stereolithography’ pada tahun 1983. Dalam sebuah paten, dia mendefinisikan¬†stereolithography sebagai ‘metode dan peralatan untuk membuat benda padat dengan mencetak “lapisan tipis tipis bahan ultraviole

t yang dapat disembuhkan satu di atas yang lain. ‘. Paten ini hanya berfokus pada ‘pencetakan’ dengan cairan yang dapat disembuhkan, namun setelah Hull mendirikan perusahaan ‘3D Systems’, dia segera menyadari bahwa tekniknya tidak terbatas hanya pada cairan, memperluas definisi ke ‘materi yang mampu dipadatkan atau mampu Mengubah keadaan fisik ‘. Dengan ini, dia membangun fondasi dari apa yang sekarang kita kenal sekarang sebagai manufaktur aditif (AM) – atau 3D Printing.

Source